"Sekali Jatuh Cinta Sudah Itu Mati" adalah tagline yang cukup angker bagi saya. Buku karya Tasaro ini benar - benar memikat. Kita akan diajak berkeliling dunia, mulai dari goa kapur tersembunyi di Gunung Kidul, Bandung, Qatar, Kuwait, Miami hingga New York yang terkenal itu. Perjalanan hidup seorang Prof. Kinanthi Hope yang luar biasa. Mengangkat isu agama, kepercayaan, tahayul, traffic king, kekerasan terhadap TKI, dan cinta yang sederhana. Semuanya dirangkum dengan gaya bahasa yang puitis namun luwes dalam penyampaiannya.
Sebuah cuplikan dari Chapter Vela :
“Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?”
“Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika ssesorang yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apa pun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa basi pada hari perayaan agamamu. Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya, apalagi sekedar untuk diingat”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar