"Serangkaian surat seorang gadis yang berusaha sembuh dari obsesi. Segala keruwetan dalam kepalanya, dituang, sambil melepas kenangan-kenangan yang menjejali otaknya, yang memenuhi hatinya, yang menyumpal dada nya hingga sesak, yang mengaburkan visinya.Ini adalah sebuah proses merelakan ... "
Dear You,
Aku mulai dgn fenomena favoritku, Senja. Salah satu wishlist ku adalah Spectacular Sunset. Dari rentang waktu 24 jam dalam sehari, aku biasanya paling suka senja. Pada senja, segala hiruk pikuk dunia mulai melambat, angin melenggang kalem, matahari merah pucat kelelahan, ditutup hela nafas lega jutaan orang bumi setelah lepas dari rutinitas mereka, merdeka. Senja yang paling kuingat adalah senja-senjaku di Surabaya, dimana matahari selalu bulat jeruk. Senja dari atas motor, melewati jejer pohon-pohon di sepanjang Jln. Taman Alumni, sambil menghela nafas dalam, memejam sebentar, mengucap "Ahhh...sore yang manusiawi". Entah kapan terakhir kalinya aku menikmati senja yang manusiawi di Ibu Kota. Aku selalu pulang lepas petang. Aku sering ketinggalan sembur merah jingga hitam langit Jakarta. Senja hari ini masih sama, aku tidak memandang langit Jakarta, aku sedang di dalam ruangan kantor Gedung International Financial Center Lt.6, di depan laptop LENOVO ku, sambil meringis kesakitan. Rongga dada ku penuh, rasanya gelisah, nafas ku aneh, pikiran ku aneh, perasaan ku aneh. Sore ini aneh. Aku menenggak bergelas-gelas air putih, bolak-balik ke toilet. Dan kamu, berkelebat cepat sekali, mondar-mandir disana, dalam kepalaku.Sore yang aneh ini aku akhiri dengan keputusan ini, membuka file-file ku dan mu, menuliskannya, membacanya, melupakannya, mengosongkan satu folder berisi kita dalam otakku. Aku mulai dari file terkini, file hari ini, dan akan berakhir sampai file-file ini habis, file pertama ttg ku dan mu.
Kelak, pada senja itu, suatu hari saat file terakhir dibuka, aku ingin menghela nafas lega, memejam sambil berbisik "Ahhh..sore yang manusiawi". Senja itu, suatu hari saat file terakhir dibuka, aku ingin mengakhiri rutinitas ini dan merasa, MERDEKA.