Sabtu, 11 Mei 2013

Grow Old With You (OST. The Wedding Singer)

"I wanna make you smile whenever
you're sad
Carry you around when your arthritis
is bad
All I wanna do is grow old with you
I'll get your medicine when your
tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old
with you
I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen
sink
Put you to bed if you've had too much
to drink
I could be the man who grows old
with you
I wanna grow old with you"

Ciri khas film romance holywood adalah kisah-kisah cinta manis dengan akhir bahagia, lagu-lagu dgn lirik yg sanggup membuat gadis pingsan saking manisnya, konflik yg segera berakhir dlm jangka waktu kurang dari 2 jam, cinta yg seolah tanpa akhir... Umm, terdengar seperti Ms.Negative bukan? No no,, saya suka cerita-cerita itu, kadang saya menangis. Tentu saya masih manusia, wanita dan normal. Ditengah dunia yg complicated ini, siapa sih yg tidak mengharapkan nya, a happy ending. For us!

Senin, 06 Mei 2013

Spectacular Sunset

"Serangkaian surat seorang gadis yang berusaha sembuh dari obsesi. Segala keruwetan dalam kepalanya, dituang, sambil melepas kenangan-kenangan yang menjejali otaknya, yang memenuhi hatinya, yang menyumpal dada nya hingga sesak, yang mengaburkan visinya.Ini adalah sebuah proses merelakan ... "

Dear You,
Aku mulai dgn fenomena favoritku, Senja. Salah satu wishlist ku adalah Spectacular Sunset. Dari rentang waktu 24 jam dalam sehari, aku biasanya paling suka senja. Pada senja, segala hiruk pikuk dunia mulai melambat, angin melenggang kalem, matahari merah pucat kelelahan, ditutup hela nafas lega jutaan orang bumi setelah lepas dari rutinitas mereka, merdeka. Senja yang paling kuingat adalah senja-senjaku di Surabaya, dimana matahari selalu bulat jeruk. Senja dari atas motor, melewati jejer pohon-pohon di sepanjang Jln. Taman Alumni, sambil menghela nafas dalam, memejam sebentar, mengucap "Ahhh...sore yang manusiawi". Entah kapan terakhir kalinya aku menikmati senja yang manusiawi di Ibu Kota. Aku selalu pulang lepas petang. Aku sering ketinggalan sembur merah jingga hitam langit Jakarta. Senja hari ini masih sama, aku tidak memandang langit Jakarta, aku sedang di dalam ruangan kantor Gedung International Financial Center Lt.6, di depan laptop LENOVO ku, sambil meringis kesakitan. Rongga dada ku penuh, rasanya gelisah, nafas ku aneh, pikiran ku aneh, perasaan ku aneh. Sore ini aneh. Aku menenggak bergelas-gelas air putih, bolak-balik ke toilet. Dan kamu, berkelebat cepat sekali, mondar-mandir disana, dalam kepalaku.Sore yang aneh ini aku akhiri dengan keputusan ini, membuka file-file ku dan mu, menuliskannya, membacanya, melupakannya, mengosongkan satu folder berisi kita dalam otakku. Aku mulai dari file terkini, file hari ini, dan akan berakhir sampai file-file ini habis, file pertama ttg ku dan mu.
Kelak, pada senja itu, suatu hari saat file terakhir dibuka, aku ingin menghela nafas lega, memejam sambil berbisik "Ahhh..sore yang manusiawi". Senja itu, suatu hari saat file terakhir dibuka, aku ingin mengakhiri rutinitas ini dan merasa, MERDEKA.

Man I Love The Most

Jakarta, 5 Mei 2013

Hari ini Papa saya berulang tahun. Ke-61. Wow, saya sendiri saja kaget dgn umur Papa yg sudah sebegitu banyak.
Papa saya, laki – laki dengan senyum paling ramah sedunia, adalah pria nomer satu dalam hidup saya sampai saat ini. Saya dibuat selayaknya putri dari sebuah kerajaan yang dibesarkan dengan penuh kasih, dididik oleh guru – guru terbaik dan dikelilingi oleh orang yang mencintai saya. Papa melindungi saya erat dalam dekapannya yang kokoh, menghujani dengan cinta bukan kata – kata, mendampingi saya di saat – saat tersulit, menjadi teman bermain saya sekaligus penasihat terbaik, memberikan saya kesempatan dan kepercayaan, membelai saya dengan perhatian dan mejamin hati saya tetap berbunga disepanjang musim. Mendadak saya malu, betapa saya telah berdosa, melukai hati yang selama ini Papa lindungi sedemikan keras. Membanting harga diri yag selama ini Papa jujung sedemikian tinggi dan mengharapkan lelaki yang bahkan tidak memiliki sepersekian persen cinta Papa.
Saatnya menegakkan kepala, percayakan hatimu kepada orang yang pantas. Kamu tidak bermaksud menggantikan Papa dengan pria sembarangan bukan? Papa, bukan pria sembarangan. Dia laki – laki dengan senyum paling ramah sedunia.