Rabu, 19 Oktober 2011

Facebook Addict

Sebuah survei terhadap 2500 orang membuktikan, 79 persen responden tidak dapat melewatkan satu hari pun tanpa Facebook.
Survei yang diselenggarakan oleh Busted Coverage, majalah Coed dan College Candy itu juga mengungkapkan, hampir 50 responden menyadari ketergantungan mereka terhadap media sosial untuk mendapatkan kabar seputar kehidupan teman mereka.


Lebih dari 40 persen responden bahkan langsung memeriksa Facebook sebelum menyikat gigi di pagi hari. Saking kecanduannya, 20 persen responden yang menghapus akun mereka (karena kesal terhadap layanan Facebook) akhirnya membuat profil Facebook baru.


Tetapi 70 persen responden mengatakan, mereka akan menghapus profil Facebook mereka jika jejaring sosial itu tidak lagi gratis. Sebanyak 92 persen mengakui, status di Facebook sama sekali tidak berguna.
Status yang paling mengganggu antara lain lirik lagu emo, status seputar politik, serta foto bayi yang diposting teman.


Lebih dari setengah responden mengaku kesal terhadap setelan privasi Facebook. Sebab, mereka tidak bisa melihat informasi mengenai cewek/cowok yang sedang dekat dengan mantan mereka.
Tetapi, 65 persen akan merasa malu jika orang lain dapat mengetahui siapa profil yang paling sering mereka kunjungi. Enam persen responden mengatakan pernah memutuskan hubungan percintaan lewat pesan privat atau bahkan di wall.


Lebih dari 45 persen responden di survei itu mengatakan, mereka memiliki foto saat mabuk di album.


Terakhir, lebih dari 66 persen responden bilang, mereka tidak menilai seseorang berdasarkan jumlah temannya di Facebook.


Terjemahan oleh Ikram Putra





Bangun tidur dengan kondisi mata masih setengah merapat, tangan saya meraba ke sekitar bantal, mana HP saya??? Setelah HP berada dalam genggaman, masih dengan mata enggan terbuka, tangan saya memencet2 tuts keypad dengan lancar dan hapal nya, menu - web browser - enter address - m.facebook.com. Saya lihat - lihat notifikasi lalu out dari laman tersebut. Itu awal hari saya, setiap hari, tidak pernah lewat kecuali tidak ada pulsa.
Saat di kelas, dengan kondissi HP di tangan, refleks mengulang skenario yg sama menu - web browser - enter address - m.facebook.com.
Malah kadang saya bisa mandi sambil memikirkan, "update status apa ya?"

Ya! Saya seorang facebookers, bukan Tweepers, Plurkers, Google+ers dsb, bukan yang lain. Memang saya memiliki banyak akun jejaring sosial, tapi Facebook adalah pacar saya. Biar pun isinya dikata alay, diary, nama2 akun nya ababil, saya bergeming, saya Facebookers. Anak alay tinggal di unfriend, beres! 

Saat saya membuka Google Chrome dari Laptop, saya akan membuka laman - laman ini secara urut :
  1. Facebook
  2. google
  3. Kompas.com
  4. Vivanews.com
  5. Yahoo.com
  6. Gmail.com
  7. YM
  8. (sekarang ditambah Kaskus dan Blogspot) .
Ya, saya korban teknologi, tapi saya setia pada satu pilihan yang memberikan kenyamanan, kemudahan, dan memenuhi kebutuhan sosialisasi saya. I choose you,  Facebook.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar